031-5036409
pyramida.edutraining@gmail.com

MEMIMPIN atau DIPIMPIN


Ada ungkapan, “saya tidak mau jadi pemimpin”. Adakah di antara kita yang sepemikiran dengan kalimat tersebut? Atau ada yang sebaliknya, “saya sangat ingin menjadi pemimpin?”.

Silahkan disimpan dulu jawabannya. Mari sejenak kita berdiskusi. Apa makna dari pemimpin, sehingga kalimat pertama dibenarkan? Atau pendefinisian kata pemimpin pada kalimat kedua juga salah, sehingga banyak orang yang “berambisi” untuk menjadi seorang pemimpin?

Pemimpin, berasal dari kata dasar pimpin, memiliki imbuhan pe- yang menunjukkan arti pelaku, seperti pelajar, yaitu orang yang melakukan aktivitas belajar. Bahkan jika dilihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terdapat definisi yang unik, yaitu memegang tangan seseorang sambil berjalan (untuk menuntun, menunjukkan jalan, dan sebagainya), dan bisa juga diartikan membimbing. Hal lain yang menarik dari kata ini adalah banyaknya orang-orang yang ingin menjadi pemimpin, bahkan merelakan waktu, tenaga dan materinya untuk berkampanye, memasang atribut agar dikenal, dan dipilih sebagai seorang pemimpin.

 

Ada baiknya kita merefleksikan kembali apa atau siapakah pemimpin itu?

 

Jika pemimpin diartikan sebagai sebuah kegiatan dalam membimbing, bukankah itu merupakan tugas mulia? Apa lagi jika pemaknaan pemimpin dikaitkan dengan karakter-karakter baik yang menjadikannya pantas untuk membimbing seseorang. Namun, ketika pemimpin diartikan sebagai posisi yang memungkinkan seseorang untuk mengarahkan orang lain, memerintah sesuai dengan keinginannya, nampaknya defisi ini perlu dirubah, karena pemaknaan tersebut mengarah pada suatu jabatan yang sering kali diperebutkan.

Beberapa buku yang berkaitan dengan pemimpin memberikan definisi bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang  dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Ya, bisa dikatakan seorang pemimpin merupakan sumber pengaruh dalam konteks tersebut, baik melalui kharisma, visi, daya persuasi, keteladanan, dan lain sebagainya.

Jika dipahami lebih jauh lagi sumber pengaruh seorang pemimpin terbagi dalam dua hal yaitu internal dan eksternal. Sisi karakter seseorang yang menunjukkan sikap dan perilaku baik, menyenangkan, bisa dipercaya, peduli, dan mau membantu meruapakan sumber kepemimpinan dari internal seseorang. Selaian itu, kompetensi atau keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang dalam memecahkan masalah, serta memberikan ajaran kepada orang lain juga masih termasuk ke dalam sumber internal kepemimpinan.

Adapun jabatan yang digunakan oleh seseorang baik pangkat, kekuasaan, atau otoritas dalam mempengaruhi orang lain merupakan bagian dari sumber eksternal kepemimpinan. Termasuk dalam hal ini adalah pemberian imbalan kepada seseorang agar ia mau melakukan apa yang diperintahkan, bahkan terdapat sebagian pemimpin yang memberikan ancaman, hukuman dan lain sebagainya agar pengikutnya patuh dengan perintah yang diberikan.

Sumber pengaruh yang dimiliki oleh masing-masing pemimpin memberikan pemaknaan yang berbeda ketika kita dihadapkan pada seseroang yang lebih berpengaruh secara internal, dan mereka yang lebih memiliki jiwa kepemimpinan secara internal. Seseorang yang memiliki sumber pengaruh eksternal akan lebih dikenal sebagai BOSS (pimpinan), sedangkan sumber pengaruh internal menjadikan seseorang tersebut sebagai LEADER (pemimpin).

Berikut merupakan tabulasi perbedaan pendekatan yang digunakan oleh seseorang dalam memimpin:

BOSS (PIMPINAN) LEADER (PEMIMPIN)
Ø  Memerintah Ø  Melatih
Ø  Mengandalkan otoritas Ø  Berdasarkan niat baik
Ø  Menanamkan ketakutan Ø  Menciptakan antusiasme
Ø  Mengatakan “SAYA” Ø  Mengatakan “KITA”
Ø  Menyalahkan ketika ada masalah Ø  Mencari solusi bersama
Ø  Mengambil pujian Ø  Memberikan pujian

 

Tabel tersebut menunjukkan bahwa pimpinan seringkali memberikan pengaruh karena memiliki jabatan dan kewenangan untuk memberikan perintah, sedangkan pemimpin merupakan subjek yang memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitarnya.

 

So, “BE A LEADER, NO A BOSS”.

Perlu diingat bahwa “pemimpin yang baik selalu dimulai dari keberhasilan MEMIMPIN DIRINYA DAHULU”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *